Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang maha pengasih pelimpah cinta, yang maha penyayang tiada terbilang dialah sesembahan yang ada dilangit dan dibumi yang maha hidup dan maha berdiri sendiri, yang memberi rasa aman, pemberi rahmad, taufik, hidayah serta inayah.
Shalawat, salam dan barokah semoga tercurah penuh kepada Rasulullah Muhammad SAW, Manusia pilihan, cahaya umat yang membawa risalah islam, semoga tercurah juga kepada keluarga, keturunan, sahabat dan umat-Nya terutama yang selalu bersholawat dan bermahabbah kepadanya.
Riwayat singkat berdirinya jama’ah Rindu Rasul atau sering disebut JARIRO Yaitu suatu wadah, jama’ah, maupun majlis yang terdiri dari pemuda dan pemudi islam khususnya jama’ah ahad pagi Juwiring Klaten yang berdasarkan faham Ahlussunnah Waljama‘ah warga nahdiyin dari gerakan organisasi IPNU, IPPNU, ANSHOR dibawah naungan Majlesis Wakil Cabang Nahdhlotul Ulama Juwiring (MWC NU Juwiring) serta berkat do’a restu romo K. H Ahmad Djuz’an sehingga masih istikhomah sampai sekarang. Kata JARIRO sendiri merupakan singkatan dari JAMA’AH RINDU RASUL yang artinya Rindu akan kehadiran dan syafa’at Rasulullah Muhammad SAW. Awal mula berdirinya JARIRO terinspirasi dari usulan maupun pendapat dari IPNU, IPPNU, dan ANSHOR yang mana ingin membentuk suatu majelis khusus atau jama’ah mahabah kepada rasul serta membentuk kepribadian muslim yang mampu berorganisasi dan berakhlakul karimah.
JARIRO dibentuk guna mengajak para kawula muda untuk cinta dan bersholawat kepada Rasulullah Muhammad SAW Sebagai bukti cinta dan mahabah kepadanya. Selain dari pada itu fungsi JARIRO yaitu sebagai pemersatu serta membentuk kepribadian muslim yang mampu berorganisasi dan berakhlakul karimah. Dengan demikian JARIRO tidak hanya sebagai majlis Dzikir dan Sholawat saja akan tetapi sebagai suatu wadah kecil untuk melatih para kawula muda untuk berorganisasi guna membentuk muslim yang kuat dalam menghadapai perkembangan zaman sehingga akan tercapai maksud dan tujuan bersama.
JARIRO berdiri th 2009 yang di pimpin oleh Sdr. M. Nasir dari sahabat ANSHOR bentuk kegiatan JARIRO yaitu pembacaan Dzikir dan Tahlill, membacaan kitab AL BARZANJI, Qasidah Sholawat, dan sarasehan saling mengungkapkan gagasan ide guna menunjang program kerja JARIRO sehinggs melatih mental untuk berani tampil para kawula muda karena kita adalah Agen of Change atau Agen perubahan dimasa yang akan datang.
Berlangsungnya kegiatan tersebut dilaksanakan secara SAFARI atau Bersilaturrahmi dari ranting ke ranting Perwakilan Anak Cabang Juwiring. Dengan metode tersebut dapat diharapkan menambah wawasan yang luas mengenai lingkup wilayah Juwiring serta menambah dan mempererat tali silaturrahmi antar sesama muslimin dan muslimat di wilayah Kecamatan Juwiring.

0 Response to "SELAYANG PANDANG JARIRO"
Post a Comment