DESA BULUREJO JUWIRING
By Adelia Mega Hutami
By Adelia Mega Hutami
Di daerah kami di Dukuh Padokan RT.03 RW.01 Desa Bulurejo tepatnya di lingkungan makam ada bangsal namanya Bangsal Padokan, tiap-tiap tahun mengadakan acara tradisi Jawa. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka menanggapi tahun baru Hijriah yang diadaqkan tiap-tiap tahun yaitu pada bulan mukharam tepatnya malam jum’at pertama dengan menyelenggarakan pementasan wayang kulit sehari semalam yang disesepuhi Eyang Demang Darmo Tiyoso alm. Tujuan nya :
1. Disamping menanggapi datangnya tahun baru Islam juga mengadakan doa bersama dengan membacakan ayat-ayat suci Al Qur’an, Zikir Tahlil dengan tujuan untuk mendoa kan para arwah yang telah mendahului kita yang dimakam kan di wilayah makam padokan tersebut.
2. Untuk melestarikan budaya Jawa yang adi luhung yaitu pementasan Wayang Kulit.
Awal terjadinya acara tersebut dahulunya dirintis oleh para sesepuh kita yang semuanya ada hubungannya dengan keluarga / ahli waris dan dana keseluruhan ditanggung oleh ahli waris. Sebelum acara pementasan wayang kulit sehari sebelumnya diadakan doa bersama yang tujuannya agar semua arwah yang dimakamkan baik di makam Padokan, Gelonsari juga Jetis semoga diterima disisi Allah SWT. dan dia ampuni segala dosa-dosanya dan bagi masyarakat yang masih hidup diberikan kemudahan dan keselamatan. Dua jam sebelum pementasan wayang kulit diadakan penyebaran apem atau kue dari beras acara ini treadisi dari sesepuh dulu maksudnya apem agar diberi ampunan dari Allah swt.
Dan setelah berjalan dari tahun ketahun, anak cucu perintis punya wacana atau gagasan yaitu penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak dibebankan oleh ahli waris atau anak cucu perintis. Lalu dibentuklah suatu paguyuban baru yang nama nya “Paguyuban Tanggap Warsa Sura Jetis Padokan”.

Penyelenggaraan pementasan wayang kulit tersebut dananya diambil dari himpunan para donatur masyarakat disekitarnya juga dari anak cucu baik yang dilingkungan maupun diperantauan. Dan acara tersebut alhamdulillah sampai sekarang berjalan dengan lancar.


Acara yang akan diselenggarakan pada tahun ini tepatnya tanggal 30 oktober 2014 (1436 H) acaranya sebagai berikut.
Hari Rabu :
Jam 07.00 s/d selesai : Tarub dilanjutkan hiburan yaitu Jathilan (reog) keliling kampung.
Jam 18.00 s/d 20.00 : Midodareni, pembacaan ayat suci Al Qur’an, Dzikir dan Tahlil.
Jam 20.00 s/d 22.00 : Hiburan Laras Madyo.
Jam 22.00 s/d 24.00 : Campursari Suko Laras pimpinan Bp. Margo Willopo SH.
Hari Kamis :
Jam 09.00 s/d 16.00 : Acara pementasan wayang kulit
Jam 18.00 s/d 21.00 : Pembacaan donatour, sambutan dari Perangkat Desa, Kirab apem diikuti rombongan pengrawit, pesinden dan dalang dari tempat ganti pakaian sampai kelokasi Bangsal dilanjutkan penyerahan tokoh wayang kulit, dan acara yang paling unik/menarik yaitu penyebaran apem yang diiringi dengan gamelan. Kemudian dilanjutkan pementasan wayang kulit sampai pagi.






Setiap acara pementasan “PAGUYUBAN TANGGAP WARSA SURA JETHIS-PADOKAN” selalu diliput beberapa mas medya diantaranya TATV, JOGJA TV, RCTI dll. Dan perlu diketahui di lingkungan makam tersebut ada makam Trah turunan dari Kerajaan Mataram yaitu makam Nyi Setro Diprojo.
Demikian lah yang bisa kami sampaikan acara tradisi yang unik dan menarik didaerah kami. Bagi Bapak2, Ibu2, Adik2, dan rekan-rekan semua yang belum pernah menyaksikan acara tersebut silahkan datang pada hari Kamis malam tanggal 30 Oktober 2014 atau setiap malam Jum’at pertama Bulan Muharam ditahun-tahun yang akan datang di lokasi Bangsal Padokan.
JJJSekian dan Terimakasih JJJ
0 Response to "BULUREJO CITY"
Post a Comment